"Gapapa kok, beneran" rayu kak Galuh
"Udah ga usah, aku sama Mella kok jadi aman"
"Yaudah hati hati ya sayang" pesan kak Galuh
"Iyaa, aku berangkat dulu ya" ujarku sekaligus sambil beranjak pergi
*****
Hanya sekitar 10 menit aku dan Mella sudah sampai di salah satu cafe langganan aku dan Mella, aku sudah sering kesini sama Mella atau kak Galuh, letak nya dekat dengan sekolahku, dan tempat nya juga asik bagi anak-anak muda buat ngobrol-ngobrol.
Pada saat kami masuk salah satu karyawan laki-laki yang bernama Yogi menyambut kami, dan langsung menyiapkan meja tempat biasa aku dan Mella duduk, yaitu dibagian belakang cafe dekat dengan ayunan dengan hiasan-hiasan bunga, dan lampu yang tidak terlalu terang dan bernuansa cozy sehingga nyaman untuk membicarakan hal-hal yang rahasia 'seperti yang ingin aku bicarakan sekarang sama Mella'
Setelah aku dan Mella duduk, tatapan Mella langsung berubah menjadi seperti licik, alias ingin mengorek banyak sekali hal-hal dari diriku "lo ngapain ngeliatin gue kayak gitu" tanya ku risih karena tatapan Mella yang aneh seperti itu.
"Ceritain cepetan zi" mohin Mella sambil menggoyang-goyangkan tanggan Kezia.
"Mau dari mana diceritain nya nih?"
"dari paling awal"
"oh dari paling awal oke, jadi gue tuh lahir tanggal 2 desember,gue lahir di jakarta, gue....." tiba-tiba perkataan Kezia terhenti karena jari telunjuk Mella yang terhenti tepat di depan bibir Kezia. *Kayak sinetron aja deh omg helloooo
"Stop, diem zi, gue ga butuh yang itu, bercanda mulu nih lu mah, maksud gue tuh dari awal tadi lu ilang kemana?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar